Kementerian ESDM dan Konsorsium SETI Pertemukan Penyedia Teknologi Efisiensi Energi dengan Pemilik Gedung, Dorong Investasi Bangunan Hijau

Siaran Pers

SETI_Photo_1

Jakarta, 15 Juli 2026 — Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) dan Sustainable Energy for All (SEforALL), menggelar Forum Bisnis Penyedia Teknologi Efisiensi Energi dan Pemilik Bangunan Gedung di Jakarta Pusat. Forum ini melibatkan kementerian/lembaga, pemilik dan pengelola gedung dari sektor swasta maupun  pemerintah, penyedia teknologi efisiensi energi, lembaga jasa keuangan, penyedia usaha jasa konservasi energi (ESCO), asosiasi, hingga mitra pembangunan.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya mempertemukan kebutuhan riil pemilik gedung dengan solusi teknologi yang tersedia di pasar, sekaligus membuka ruang networking and business matching untuk kemitraan bisnis lanjutan. Eko Sudarmawan, Koordinator Bimbingan Teknis dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, dalam sambutannya menyoroti langkah pemerintah dalam memperkuat implementasi konservasi energi di sektor bangunan gedung.

"Pemerintah terus memperkuat implementasi konservasi energi melalui berbagai kebijakan, salah satunya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023, yang memberikan landasan kuat bagi penerapan manajemen energi, termasuk pada sektor bangunan gedung," ujar Eko dalam sambutannya mewakili Gigih Udi Atmo, Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM.

Senada dengan itu, Johannes Anhorn, Lead Industry Decarbonisation dari GIZ Indonesia/ASEAN, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi momentum untuk membuka kemitraan dan peluang investasi baru di sektor efisiensi energi bangunan gedung.

"Solusi teknis sudah tersedia, regulasinya pun sudah ada, yang masih perlu diperjelas adalah bagaimana implementasinya, terutama dari sisi investasi," ungkapnya.

Dalam rangkaian sesi diskusi, para panelis memaparkan topik seputar regulasi konservasi energi dan bangunan gedung hijau; teknologi building automation system dan pencahayaan; serta teknologi HVAC, fasad, dan building-integrated photovoltaic (BIPV). Forum juga menghadirkan sejumlah pelaku industri seperti Azbil Berca Indonesia, Schneider Indonesia, Signify Indonesia, Daikin Air Conditioning Indonesia, dan Asahimas Indonesia AGC, serta testimoni langsung dari pengelola gedung, termasuk Danantara Asset Management dan Pakuwon Grup.

Selain rangkaian diskusi dan paparan, forum ini turut menghadirkan ruang bagi sejumlah penyedia usaha jasa konservasi energi (ESCO) untuk memamerkan dan memperkenalkan langsung teknologi dan solusi efisiensi energi yang mereka tawarkan. Beberapa perusahaan juga berkesempatan memaparkan produk dan layanannya secara lebih mendalam dalam sesi presentasi yang memberi ruang interaksi langsung antara penyedia teknologi, calon mitra dari kalangan pemilik gedung, serta lembaga keuangan. 

 

Tentang Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI)

Proyek SETI didanai oleh Internationale Klimaschutzinitiative (IKI) dari Bundesministerium für Umwelt, Klimaschutz, Naturschutz und nukleare Sicherheit (BMUKN), Pemerintah Jerman, bekerja sama dengan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, dan dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari GIZ, IESR, WRI Indonesia, dan Yayasan Indonesia CERAH, Fraunhofer Institute, dan LPEM UI. Proyek SETI difokuskan pada energi terbarukan dan konservasi energi melalui dua tema utama yaitu dekarbonisasi industri dan bangunan.

SETI Photo_2
SETI Photo_3
SETI Photo_4
SETI Photo_5
SETI Photo_6
SETI Photo_7
SETI Photo_78
SETI Photo_9
SETI Photo_10
0/0

Emil Salim

Konsorsium SETI

Caecilia Galih

Konsorsium SETI
Wird geladen